Jaringan Lumpuh Sejak Kamis, Diskominfo Kotabaru Desak Telkom Bertanggung Jawab dan Beri Kompensasi Warga
![]() |
KOTABARU, borneonewstoday.com – Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Kotabaru, Gusti Abdul Wakhid, bergerak cepat menyikapi lumpuhnya jaringan telekomunikasi yang melanda wilayah Bumi Saijaan sejak Kamis (8/1) sore.
Diskominfo menegaskan fokus utama saat ini adalah memastikan Telkom Group bertanggung jawab penuh, tidak hanya dalam percepatan pemulihan layanan, tetapi juga dalam pemenuhan hak kompensasi bagi ribuan pelanggan yang terdampak.
Gusti Abdul Wakhid mengungkapkan, pihaknya telah menerima laporan resmi terkait penyebab gangguan massal tersebut. Berdasarkan hasil koordinasi dengan manajemen Telkom, diketahui bahwa gangguan disebabkan oleh kerusakan fatal kabel optik bawah laut.
“Kami terus menjalin komunikasi intensif dengan manajemen Telkom Group untuk memantau progres perbaikan di lapangan. Selain percepatan teknis, kami juga menekankan agar masyarakat Kotabaru mendapatkan apresiasi atas kesetiaan mereka menunggu perbaikan melalui skema kompensasi yang transparan,” tegasnya.
Sebagai bentuk tanggung jawab, Telkom Group telah merilis paket kompensasi bagi pelanggan di Kotabaru. Skema tersebut meliputi:
Paket Suara dan SMS: Pelanggan mendapatkan 300 menit telepon dan 1.000 SMS yang berlaku selama 7 hari selama masa gangguan.
Tambahan Kuota Data: Setelah jaringan pulih total, pelanggan dengan paket data aktif akan memperoleh tambahan kuota hingga 3 GB.
Diskon Tagihan: Khusus pelanggan IndiHome dan Kartu HALO, diberikan potongan tagihan secara prorata sesuai durasi penurunan kualitas layanan.
Mekanisme Klaim: Pelanggan dapat melakukan pengecekan dan klaim melalui kode dial *888*20#.
Sementara itu, GM Witel Kalselteng Telkom, Wahyu Jati Nugroho, menjelaskan bahwa gangguan yang terjadi pada pukul 16.37 WITA tersebut disebabkan oleh putusnya serat optik Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) pada jalur Batulicin–Kotabaru.
“Titik gangguan berada di area perairan tengah antara Batulicin dan Kotabaru, sekitar 22,8 kilometer dari Site Serongga,” ungkap Wahyu dalam keterangan resminya.
Sebagai langkah mitigasi darurat, Telkom Group telah mengaktifkan jalur cadangan menggunakan radio link. Namun, Wahyu mengakui kapasitas jalur ini terbatas, sehingga prioritas trafik diarahkan untuk layanan seluler esensial, layanan publik, dan pelanggan prioritas atau VVIP.
Ia menambahkan, proses penyambungan fisik kabel optik di dasar laut membutuhkan waktu cukup panjang. Telkom menargetkan seluruh rangkaian perbaikan, mulai dari penurunan kabel hingga penyambungan, akan rampung pada 19 Januari.
“Target kami, pada 19 Januari mendatang, seluruh layanan mobile dan fixed broadband di Kotabaru sudah kembali normal 100 persen,” pungkasnya.
Di akhir, Kadiskominfo Kotabaru mengimbau masyarakat agar tetap bersabar dan memanfaatkan kanal pengaduan resmi melalui Call Center 188 atau media sosial @telkomsel dan @indihome apabila menemui kendala selama masa pemulihan.(Rilis)































