Safari Ramadan ke-4 di Sampanahan, Pemerintah Kabupaten Kotabaru Pererat Silaturahmi dan Serap Aspirasi Masyarakat

Safari Ramadan ke-4 di Sampanahan, Pemerintah Kabupaten Kotabaru Pererat Silaturahmi dan Serap Aspirasi Masyarakat


KOTABARU, borneonewstoday.com
– Pemerintah Kabupaten Kotabaru kembali melaksanakan Safari Ramadan 1447 Hijriah putaran keempat yang dipusatkan di Kantor Desa Sampanahan, Kecamatan Sampanahan, Senin (2/3/2026). Kegiatan ini menjadi agenda rutin tahunan pemerintah daerah dalam rangka mempererat ukhuwah islamiyah sekaligus memperkuat hubungan antara pemerintah dan masyarakat.


Safari Ramadan yang dimulai pukul 17.30 WITA tersebut dihadiri Wakil Bupati Kotabaru Syairi Mukhlis bersama Ketua GOW Kotabaru Siti Khadijah Syairi Mukhlis, para asisten, staf ahli, staf khusus bupati, Sekretaris DPRD Khairul Aswandi, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan, kepala SKPD, para kepala desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga dari Kecamatan Sampanahan, Pamukan Selatan, dan Pamukan Barat.


Camat Sampanahan, Juhaini, S.Sos, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran Wakil Bupati beserta rombongan. Ia menilai Safari Ramadan menjadi momentum penting dalam mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat.


“Kami merasa bangga dan bersyukur kegiatan Safari Ramadan ini kembali dilaksanakan di Kecamatan Sampanahan. Selain mempererat kebersamaan, kegiatan ini juga memperkuat sinergitas antarwilayah serta hubungan antara pemerintah dan masyarakat,” ujarnya.


Sementara itu, Wakil Bupati Syairi Mukhlis menegaskan bahwa Safari Ramadan bukan sekadar agenda seremonial, tetapi juga menjadi sarana menyerap aspirasi masyarakat secara langsung.


“Safari Ramadan bukan sekadar kegiatan silaturahmi, tetapi juga momentum untuk memperkuat ukhuwah islamiyah dan membangun sinergi dalam pembangunan daerah,” katanya.


Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan komitmen pemerintah daerah untuk terus melanjutkan pembangunan, khususnya di bidang infrastruktur jalan dan jembatan di wilayah Sampanahan dan sekitarnya.


“Kami menyadari masih ada keterbatasan, terutama dari sisi anggaran. Namun, pemerintah daerah berkomitmen melakukan perbaikan secara bertahap demi meningkatkan konektivitas dan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.


Selain silaturahmi dan penyampaian sambutan, kegiatan juga dirangkai dengan penyerahan bantuan secara simbolis dari berbagai perangkat daerah. Bantuan tersebut meliputi insentif guru TPQ, bantuan sosial bagi penyandang disabilitas dan anak terlantar, bantuan usaha ekonomi produktif, paket sembako, makanan tambahan bagi ibu hamil dan balita, penghargaan program keluarga berencana, hingga bantuan sarana perikanan bagi kelompok masyarakat.


Safari Ramadan ditutup dengan tausiah agama dan doa bersama, dengan harapan kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat terus terjalin demi mewujudkan Kabupaten Kotabaru yang lebih maju dan sejahtera.(Rilis) 

Komisi II DPRD Kotabaru Pastikan Penerbangan Jelang Lebaran Tetap Lancar dan Terjangkau

Komisi II DPRD Kotabaru Pastikan Penerbangan Jelang Lebaran Tetap Lancar dan Terjangkau


KOTABARU
, borneonewstoday.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Kotabaru melalui Komisi II bergerak cepat menyikapi persoalan transportasi udara menjelang arus mudik Idulfitri 1447 Hijriah. Dalam rapat kerja bersama sejumlah pemangku kepentingan, dewan berupaya memastikan rute penerbangan Kotabaru–Banjarmasin tetap beroperasi optimal serta tidak membebani masyarakat.


Rapat yang digelar Senin (2/3/2026) di ruang Komisi II itu dipimpin Wakil Ketua Komisi II H. M. Suhartono dan dihadiri Ketua Komisi II Abu Suwandi, anggota komisi, Dinas Komunikasi dan Informatika, Dinas Perhubungan, pengelola Bandar Udara Gusti Syamsir Alam, serta perwakilan Wings Air yang berada di bawah naungan Lion Air Group.


Sorotan utama dalam rapat adalah tingginya harga tiket rute Kotabaru–Banjarmasin yang berkisar Rp1,3 juta hingga Rp1,4 juta. Tarif tersebut dinilai cukup memberatkan masyarakat dan berdampak pada turunnya jumlah penumpang. Jika kondisi ini terus berlanjut, dikhawatirkan dapat memengaruhi stabilitas jadwal penerbangan.


Ketua Komisi II, Abu Suwandi, menegaskan pentingnya menjaga keberlangsungan layanan penerbangan di Kotabaru. Menurutnya, apabila jumlah penumpang terus merosot akibat mahalnya harga tiket, maskapai berpotensi mengurangi frekuensi bahkan menghentikan layanan.


“Jika ini dibiarkan, kita khawatir penerbangan makin jarang atau bahkan terhenti. Padahal bandara sangat vital bagi mobilitas dan ekonomi daerah,” ujarnya.


Selain tarif, dewan juga menyoroti pembatalan penerbangan yang dinilai kerap terjadi secara mendadak. Komisi II meminta maskapai mempertimbangkan dampak sosial terhadap calon penumpang, terutama menjelang musim mudik Lebaran.


Menanggapi hal tersebut, perwakilan Wings Air, Muhammad Fitryan, menjelaskan bahwa kebijakan tarif dan operasional merupakan kewenangan manajemen pusat Lion Group. Pihaknya di daerah hanya melaporkan perkembangan jumlah penumpang. Ia menyebutkan, pada Februari lalu terdapat beberapa penerbangan dibatalkan karena jumlah penumpang kurang dari 10 orang. Namun, tren menjelang Lebaran mulai menunjukkan peningkatan.


Sementara itu, pihak Bandara Gusti Syamsir Alam menyampaikan bahwa pengawasan maskapai berada di bawah otoritas bandar udara wilayah Surabaya serta Direktorat Angkutan Udara di Jakarta. Bandara berperan menghimpun dan melaporkan data operasional sesuai ketentuan, termasuk terkait tarif batas atas dan batas bawah.


Sebagai hasil rapat, Komisi II merumuskan sejumlah langkah strategis, di antaranya melakukan koordinasi langsung dengan manajemen pusat Lion Group, membuka komunikasi dengan maskapai lain guna mendorong persaingan tarif, serta meminta agar setiap pembatalan penerbangan diumumkan jauh hari agar masyarakat memiliki alternatif perjalanan.


Wakil Ketua Komisi II, H. M. Suhartono, menegaskan bahwa kepentingan masyarakat menjadi prioritas utama.


“Kami ingin memastikan transportasi jelang Lebaran berjalan lancar, harga tiket lebih rasional, dan masyarakat tidak dirugikan,” pungkasnya. (Rilis) 

DPRD Kotabaru Panggil Telkom dan Telkomsel, Bahas Gangguan Jaringan hingga Kompensasi Pelanggan

DPRD Kotabaru Panggil Telkom dan Telkomsel, Bahas Gangguan Jaringan hingga Kompensasi Pelanggan



KOTABARU, borneonewstoday.com Rapat kerja tersebut digelar pada Senin (12/1/2026) di Ruang Rapat  DPRD Kotabaru, menyusul banyaknya keluhan masyarakat akibat terhentinya layanan komunikasi, baik telepon, pesan singkat (SMS), maupun akses internet. Gangguan ini dinilai berdampak luas terhadap aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga pelayanan publik.


Wakil Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Kotabaru, H. M. Suhartono, menjelaskan bahwa berdasarkan pemaparan pihak operator, gangguan jaringan disebabkan oleh putusnya kabel serat optik Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) pada titik KM 22,8. Kerusakan terjadi di kedalaman sekitar 2 hingga 4 meter akibat erosi yang dipicu kuatnya arus bawah laut dalam beberapa bulan terakhir.


“Gangguan ini bukan hanya terjadi dalam hitungan jam, tetapi hampir satu minggu. Dampaknya sangat dirasakan masyarakat, termasuk sektor usaha dan transaksi keuangan,” ujar Suhartono kepada awak media.


Ia menyebutkan, gangguan mulai terdeteksi sejak 8 Januari 2026. PT Telkom kemudian melakukan upaya pemulihan secara bertahap, mulai dari penanganan awal, pengukuran ulang titik gangguan, hingga mobilisasi kapal serta tim teknis dari Makassar.


Berdasarkan jadwal yang disampaikan dalam rapat, pekerjaan perbaikan kabel bawah laut dijadwalkan dimulai pada 16 Januari 2026, dengan target jaringan kembali normal dan stabil sepenuhnya pada 19 Januari 2026.


Data teknis menunjukkan, gangguan tersebut berdampak pada sekitar 87.772 pelanggan atau sekitar 60 persen pengguna Telkomsel di Kabupaten Kotabaru. Selain perbaikan fisik, PT Telkom juga berencana meningkatkan kapasitas jaringan dari 3,3 Gbps menjadi 4,0 Gbps sebagai langkah antisipasi dan peningkatan kualitas layanan ke depan.


Dalam rapat tersebut, DPRD Kotabaru turut menyoroti komitmen operator terkait pemberian kompensasi kepada pelanggan terdampak. Menanggapi hal itu, Telkomsel menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat dan memastikan penyaluran kompensasi sesuai ketentuan yang berlaku.


Kompensasi yang diberikan berupa paket layanan suara dan SMS selama masa pemulihan, serta paket data sebesar 3 GB yang dapat digunakan setelah jaringan kembali normal. Selain itu, pelanggan IndiHome dan kartu HALO mendapatkan potongan tagihan sesuai durasi gangguan layanan. Paket kompensasi dapat diakses melalui kode dial 88820#.


Sementara itu, General Manager Witel Kalselteng, Wahyu Jati Nugroho, menjelaskan bahwa gangguan layanan yang terjadi sejak pukul 16.37 Wita disebabkan putusnya serat optik SKKL jalur Batulicin–Kotabaru.


“Titik gangguan berada di perairan tengah antara Batulicin dan Kotabaru, sekitar 22,8 kilometer dari Site Serongga,” ungkapnya.


Sebagai langkah mitigasi sementara, Telkom Group telah mengaktifkan jalur cadangan menggunakan jaringan radio (radio link). Namun, jalur ini memiliki kapasitas terbatas sehingga prioritas trafik difokuskan pada layanan seluler esensial, layanan publik, serta pelanggan prioritas.


Di kesempatan yang sama, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kotabaru, Gusti Abdul Wakhid, menyampaikan apresiasi kepada  DPRD Kotabaru atas kepedulian dan respons cepat terhadap keluhan masyarakat.


“Kami mengucapkan terima kasih kepada  DPRD Kabupaten Kotabaru yang telah menanggapi aspirasi masyarakat, khususnya terkait layanan internet yang sangat vital,” ujarnya.


Ia menambahkan, Diskominfo Kotabaru akan  menyebarluaskan informasi tersebut melalui media online dan cetak sebagai bentuk keterbukaan informasi publik.


DPRD Kabupaten Kotabaru berharap proses perbaikan jaringan dapat berjalan sesuai target serta meminta pihak operator meningkatkan pengamanan infrastruktur telekomunikasi, khususnya kabel bawah laut, guna meminimalkan terulangnya gangguan serupa di masa mendatang.(Rilis)